Temu Tahunan PPMPI XIII dan ACIEM 2026, Perkuat Transformasi MPI 5.0 Menuju Rekognisi Global

 


Situbondo – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui keikutsertaan aktif dalam Temu Tahunan ke-13 Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) Tahun 2026. Kegiatan ilmiah berskala nasional tersebut diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Utama Raya Beach Hotel Situbondo dan Universitas Nurul Jadid (UNUJA), mengangkat tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global.”

Agenda yang digelar oleh Universitas Nurul Jadid bekerja sama dengan PPMPI Indonesia ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, dan pengelola Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif terhadap kemajuan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIMSYA mengutus dua dosen sebagai delegasi, yaitu Dr. Siti Aimah, S.Pd., M.Si. dan Dr. Nur Hidayati, M.Pd. Partisipasi keduanya mencerminkan keseriusan program studi dalam memperkuat kualitas akademik, meningkatkan tata kelola pendidikan, mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, sekaligus memperluas jejaring kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Rangkaian Opening Ceremony diawali dengan penyampaian laporan Ketua Panitia, Dr. Abu Hasan Agus R., M.Pd.I., yang menegaskan bahwa Temu Tahunan PPMPI merupakan forum strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga penyelenggara Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan dan dinamika pendidikan tinggi yang terus mengalami perkembangan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum PPMPI Indonesia, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.Pd. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh pengelola Program Studi MPI di Indonesia untuk terus melakukan transformasi kelembagaan melalui peningkatan mutu akademik, pengembangan inovasi pembelajaran, penguatan kolaborasi riset, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari strategi menghadapi era pendidikan modern.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Nurul Jadid, Dr. KH. Najiburrohman, M.Pd. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang mampu melahirkan berbagai terobosan di bidang pendidikan. Menurutnya, inovasi tersebut harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman agar mampu menjawab tuntutan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas akademik dan moral.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai agenda ilmiah dan kegiatan penguatan kelembagaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia. Berbagai agenda tersebut meliputi The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM), penguatan tata kelola jurnal ilmiah MPI, Klinik Teknis Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0, Forum Transformasi dan Peluncuran Kurikulum MPI berbasis Outcome-Based Education (OBE), peluncuran Buku Orasi Guru Besar MPI se-Indonesia, Focus Group Discussion (FGD) bertema MPI 5.0, sesi Best Practices and Innovation Showcase, Rapat Koordinasi Nasional PPMPI, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), penyusunan rekomendasi nasional PPMPI, hingga kegiatan Academic Networking dan Cultural Experience.

Forum ilmiah nasional ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta terdiri atas pengurus dan anggota PPMPI jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3), pimpinan fakultas, ketua dan pengelola program studi, dosen, peneliti, pengelola jurnal ilmiah, unit penjaminan mutu, mahasiswa pascasarjana, serta berbagai mitra strategis di bidang pendidikan. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah semakin memperkuat posisi forum ini sebagai wadah kolaborasi nasional dalam mendorong kemajuan dan transformasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Indonesia.


Bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIMSYA, keikutsertaan dalam forum nasional ini menjadi momentum yang sangat strategis untuk menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan program studi. Beragam materi yang dibahas, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola pendidikan, pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan sistem akreditasi, hingga pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat, menjadi bekal penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di lingkungan UIMSYA.

Dr. Siti Aimah, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa transformasi dunia pendidikan yang berlangsung begitu cepat menuntut setiap program studi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola dan proses pembelajaran.

"Temu Tahunan PPMPI XIII menjadi ruang yang sangat produktif untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring akademik, serta merumuskan berbagai langkah strategis dalam pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Berbagai materi dan hasil diskusi yang kami peroleh akan menjadi referensi berharga dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi MPI UIMSYA," ungkapnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Dr. Nur Hidayati, M.Pd. Menurutnya, penerapan Outcome-Based Education (OBE) merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Ia menegaskan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.

"OBE bukan sekadar perubahan pada struktur kurikulum, melainkan transformasi cara pandang dalam merancang proses pembelajaran yang berpusat pada capaian lulusan. Forum ini memberikan banyak wawasan dan inspirasi bagi kami untuk terus mengembangkan kurikulum Program Studi MPI agar semakin adaptif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta mampu menjawab tantangan perkembangan global," tuturnya.


Keikutsertaan delegasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi dalam Temu Tahunan PPMPI XIII dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026 menjadi bukti nyata komitmen program studi dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Partisipasi ini sekaligus mempertegas keseriusan Prodi MPI UIMSYA untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui penguatan jejaring akademik serta kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Berbagai gagasan, rekomendasi, dan hasil diskusi yang diperoleh selama forum diharapkan dapat diimplementasikan sebagai landasan pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di lingkungan UIMSYA. Langkah tersebut mencakup penguatan tata kelola akademik, penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), optimalisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran, peningkatan kualitas akreditasi, serta pengembangan budaya riset yang inovatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui komitmen tersebut, Prodi MPI UIMSYA optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital.

Selain berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan ilmiah, Dr. Nur Hidayati, M.Pd., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi, juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang tersebut. Dalam rangkaian Temu Tahunan PPMPI XIII dan The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026, beliau menerima dua penghargaan bergengsi, yaitu Most Inspiring Lecturer dan Dosen Peraih Sitasi Tertinggi.

Penghargaan Most Inspiring Lecturer diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan inspirasi yang telah diberikan dalam pengembangan keilmuan serta pendidikan Manajemen Pendidikan Islam. Sementara itu, penghargaan Dosen Peraih Sitasi Tertinggi menjadi pengakuan atas produktivitas akademik dan kualitas publikasi ilmiah yang telah memberikan dampak luas serta memperoleh pengakuan dari komunitas akademik.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIMSYA sekaligus mencerminkan komitmen dosen dalam mengembangkan budaya akademik yang unggul. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu memperkuat reputasi Prodi MPI UIMSYA di tingkat nasional maupun internasional.

1 Komentar